Selasa, 28 Juni 2016

CARA ANALISA PONSEL MATOT MENGGUNAKAN POWER SUPPLY

 CARA ANALISA PONSEL MATOT MENGGUNAKAN POWER SUPPLY  :  




Beberapa fungsi power supply :

1.    Sebagai alat charge

2.    Sebagai alat kejut bateray

3.    Sebagai pengganti tegangan voltage

4.    Sebagai analisa kerusakan ponsel.

 

Jenis warna dan fungsi kabel power supply :

1.    Kabel merah / kutub positif (+)

Untuk menghubungkan kabel (+) power supply ke konektor baterai (+).

2.    Kabel hitam / kutub negative (-)

Untuk menghubungkan kabel (-) power supply ke konektor baterai (-).

3.    Kabel hijau / biru

Berfungsi untuk pengecekan jalur btem (bateray temperature)

4.    Kabel kuning

Berfungsi untuk pengecekan jalur BSI (bateray system information)

Display jarum pada power supply :

 

1.    Display jarum Voltage ( V )

Display jarum voltage ini akan bergerak dari kiri ke kanan yang besaran voltagenya berkisar antara 0 s/d 15 volt yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan voltage yang kita inginkan. Untuk ponsel, besaran voltage yang digunakan berkisar 3,6 ~ 5 Volt, disarankan tidak menyetel voltage untuk ponsel lebih dari 5 volt, karena dapat merusak komponen didalam ponsel terutama CPU yang besaran voltagenya hanya 5 volt. 

2.    Display jarum Ampere ( A )

Untuk contoh power supply diatas, display jarum menunjukkan angka 0 ~ 1.0 Amper dan bila di jadikan kedalam satuan mili Amper (mA), power supply tersebut akan mempunyai nilai 0 ~ 1000 mA. Dengan demikian, 2.0 Amper = 200 mA, 4.0 Amper = 400 mA 1.0 Amper = 1000 mili Amper.

Sedangkan untuk garis-garis (strip) di bawah 2.0 atau di atas 2.0 memiliki nilai satuan mili Amper sebesar 20 mA.

Jarum Amper ini akan bergerak, pada saat konektor bateray ponsel dihubungkan dengan kabel (+) dan (-) power supply.

Pergerakan arus normal ponsel

Yang dimaksud dengan pergerakan arus normal ponsel adalah pergerakan arus yang mesti terlihat saat pertama kali kabel (+) dan (-) power supply dihubungkan dengan (+) (-) konektor baterai.

Dibawah ini pergerakan arus normal ponsel yang dapat dikelompokkan berdasarkan jenisnya sbb :
1.  DCT3, BB5, Sony Errickson, LG, Samsung, Siemen dan China


Pergerakan arusnya adalah “ 0 mA ”, artinya, pada saat kabel power supply dihubungkan dengan konektor baterai, jarum Ampere power supply tidak bergerak atau diam.

2.    DCT4

Pergerakan arusnya adalah “0 ~ 20 ~ 0 mA”, artinya pada saat kabel power suppy dihubungkan dengan konektor bateray, jarum Ampere power supply bergerak dari 0 ke 20 dan kembali ke 0 mA.

3.    WD2 dan BB5+

Pergerakan arusnya adalah “0 ~ 40 ~ 50 ~ 0 mA”.

4.    Motorola

Pergerakan arusnya adalah “0 ~ 40 ~ 0 mA”

5.    BB Bold 9000

Pergerakan arusnya adalah “0 ~ 200 ~ 140 ~ 80 ~ 50 mA”

6.    BB selain Bold 9000
Pergerakan arusnya adalah “0 ~ 60 ~ 80 ~ 50 mA”
Golongan ponsel Nokia berdasarkan generasinya :

1.    DCT3  : Layar monocrome, Suara monophonic.

2.    DCT4 : Layar berwarna / monocrome, Suara polyphonic, System operasi Java.

3.    WD2   : Layar berwarna, Suara baik, System operasi Symbian.

4.    BB5    : Layar berwarna, Suara mendekati sempurna.
Setelah beberapa penjelasan singkat tentang power supply, pergerakan arus ponsel normal dan penggolongan ponsel Nokia berdasarkan generasinya, kemudian mari kita lanjutkan pembahasan “Ponsel Mati Total” dibawah ini.

Berdasarkan penyebabnya, ponsel mati total dapat dibagi menjadi 3.

1.    Mati total karena masuk air,
2.    Mati total karena terjatuh dan
3.    Mati total sendiri.
Untuk point 2 dan 3, cara analisa dan perbaikannya bisa saling berhubungan dan untuk itu kita bahas terlebih dahulu dengan menganalisa konsumsi arus ponsel mati total.